Fwenz

Fwenz

Thursday, February 17, 2011

BM post

   Hi,here am i again.Posting another update.And as same as the last time,i will be posting in BM,cause i need to practice my BM essay.But this is a little bit different.I'm going to posting poem and song that i made.I get that idea from my buddy,Effran,that said he is not good with BM expressions,so i'm going to share with you some of mine.I hope you could use or get your own expression,ok,Effran?Here i go...

SONG
EMPAT MUSIM CINTA
Di musim bunga,
Semekar cinta dalam hati,
Bagai pelangi yang merentasi padang kasih,
Harapan setinggi gunung untuk berjumpa kekasih,
Berdegup jantung untuk berjumpa dirinya itu,

Di musim panas,
Mentari pagi yang menyinar,
Seluhur kasih semurni jiwa yang meneranginya,
Akanku menanti dirinya penuh sabar,
Nun dikejauhan akanku terus lihat ke depan,

Di musim luruh,
Akanku setia menanti,
Dirinya kembali ke pangkuan diriku ini,
Akanku nantikan senyumanmu kasih,
Daun berguguran ditiup angin sejauh cintaku,

Di musim sejuk,
Di saat salji berguguran,
Dia kembali kepada diriku ini,
Di bawah pohon,
Sakura yang kian membeku,
Dia melafazkan cinta dihatinya,
Kepadaku ini,

Menitis air mataku mendengar katanya,
Ayat-ayat cinta yang sekian lama daku tunggu,
Segalanya berbaloi,
Melalui empat musim cinta,
Yang daku jalani dengan penuh sabar dan tabah hati,
Akhirnya ku kecapi cinta abadi selamanya akan terus kekal dan bertahan hingga akhir hayat.

POEM
MEMORI INSANI
Saat suasana sunyi sepi,
Memori silam mula menyanyi,
Mendendangkan lagu rindu,
Gelak tawa mereka,
Ukiran senyuman wajah mereka,
Berlegar di kotak fikiranku,
Mebuat ku sejenak terpaku,
Dentingan masa kini,
Membawa aku kembali,
Terduduk sepi di sudut hati.

ANTARA DUA YANG MEMBUNUH
Permulaan yang tak pernahku sangka,
Disini aku jatuh cinta,
Bahagia disampingnya,
Apakah aku bisa bersamanya selamanya?
Bila pahlawanku hilang,
Sang satria melindungi,
Memberikanku harapan untuk hidup kembali,
Tapi,dia juga akhirnya pergi dari hidup ini,
Kau tak tahu betapa hancurnya hatiku,
Mencintai seorang saja sudah cukup membunuhku,
Inikan pula mencintai,
Dua jiwa yang suci,
Ku fahamikau cuba melindungi,
Tapi kau tak pernah fahamiku,
Aku cuba terus hidup tanpamu,Tapi aku tak bisa,
Kerna,nyawaku di tanganmu,
Betapa seksanya,
Hatiku dihancur,
Kau silap bila kau fikir,
Ku selamat tanpamu,
Sedangkan kau membunuhku,
Sehingga ku tersungkur menangis pilu.

HARAPAN BILA DITINGGALKAN
Bulan,
Dengarlah ini,
Rintih hatiku yang terluka,
Aku ditinggal selamanya,
Ingin saja aku meminta restu dari Ilahi,
Untuk mengikutnya ke pintu syurga,
Supaya cintaku tidak menunggu lama,
Untuk di agungkan sebagai istana,
Biarpun linangan jernih ini menjadi darah,
Tak akan berulang semula apa yang telah terjadi,
Biarlah itu menjadi kenangan,
Peneman setia sehingga mati,
Duhai awan,Alangkah indahnya jika aku mampu melihat dunia sepertimu,
Memberikan anugerahNya kepada manusia sepertimu,
Tapi,aku gembira seperti ini,
Biarpun ditinggal sendiri.

Well,that is all that i have to share with you this time,
Hope you enjoy it,
Will be back soon,
Bye.

No comments:

Post a Comment